Home / MUSIM / Iklim dan Pengaruhnya terhadap Keadaan Manusia

Iklim dan Pengaruhnya terhadap Keadaan Manusia

Iklim yang Memengaruhi Segala Hal

Kata iklim memang terdengar seperti sebuah kata yang ringan bagi anda. Iklim yang terkesan hanya memiliki pengaruh dengan suhu di tempatnya berada seringkali manusia anggap remeh. Ini semua karena kita tidak pernah merasakan langsung dampaknya. Apalagi jika kita tidak pernah bepergian ke tempat yang memiliki iklim yang berbeda dengan tempat kita tinggal saat ini. Tahukah anda bahwa iklim terbagi menjadi 4 bagian. Yaitu iklim tropis yang hangat, iklim subtropis yang merupakan iklim peralihan antara tropis dan sedang, iklim sedang yang terkenal dengan badai mereka, dan yang terakhir adalah iklim dingin di kutub.

Iklim-iklim tersebut jelas memiliki ciri khas masing-masing yang membuat kita mudah membedakan mereka. Mengelompokkan iklim berdasarkan garis lintang seperti di atas adalah agar kita juga mengetahui bagian mana yang mudah terkena sinar matahari dan bagian mana yang sulit terkena sinar matahari. Selain intensitas sinar matahari yang berbeda, suhu tiap musim di iklim-iklim tersebut juga berbeda. Mungkin membahas perbedaan suhu masih terlalu jauh, kita mulai saja dengan musim-musim yang ada di tiap iklim tersebut dan pengaruhnya terhadap manusia.

Negara dengan 4 Musim

Anda pasti sering mendengar sebutan negara 4 musim, atau mungkin anda sendiri yang sering menyebutkan frasa tersebut? Negara 4 musim adalah negara yang sesuai sebutannya. memiliki 4 buah musim. Negara 4 musim adalah negara yang terletak di iklim sedang dan subtropis. Memiliki 4 musim berarti negara tersebut memiliki 4 keseruan setiap tahunnya, tetapi apakah benar begitu?

4 musim di sini mengacu pada musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Setiap musimnya memiliki keunikannya masing-masing. Negara yang memiliki 4 musim bisa kita temukan kebanyakan di benua Asia bagian utara dan kebanyakan negara di benua Eropa.

Manusia dan 4 Musim

Mengalami 4 musim berarti seorang individu yang tinggal di negara tersebut harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk bertahan hidup. Tetapi bukan berarti seorang individu harus benar-benar mengeluarkan tenaga ekstra untuk bertahan hidup, individu tersebut hanya memerlukan sedikit tenaga ekstra. Bayangkan saja tubuh manusia harus mengalami 4 kali pergantian musim. Sebagian besar orang mungkin bisa menahannya. Tetapi beberapa orang tidak. Bahkan ketika musim dingin seseorang yang memiliki alergi berlebihan terhadap dingin bisa berdarah melalui hidung atau yang biasa kita sebut mimisan. Ada juga keadaan di mana bibir kita terlalu kering ketika musim dingin dan berakhir pecah-pecah kemudain beradarah. Bahkan tidak jarang muncul listrik statis ketika kita menyentuh gagang pintu.

Sebagian besar orang yang sudah sering mengalami pergantian musim seperti ini sudah terbiasa mengalami keadaan seperti di atas. Beberapa dari mereka juga melakukan kebiasaan yang mengurangi efek dari musim tersebut. Ambil contoh ketika musim dingin, orang yang biasa mengalami musim dingin akan secara alami berjalan lebih cepat untuk menghangatkan tubuh mereka dengan melakukan pembakaran. Selain kebiasaan berjalan cepat, masih banyak kebiasaan lain yang terbentuk akibat pergantian musim seperti menggunakan masker untuk mencegah alergi serbuk bunga pada musim semi, gugur, dan panas.

Negara dan Manusia dengan 2 Musim

Lain halnya dengan negara yang memiliki 4 musim. Negara yang memiliki 2 musim tidak memerlukan sedikit usaha ekstra untuk bertahan hidup. Negara 2 musim identik dengan negara yang garis khatulistiwa lewati, dengan kata lain negara tropis.

Oleh sebab itu, negara tropis mungkin merupakan dambaan bagi negara yang terletak di iklim subtropis dan sedang. Bagaimana tidak, cuaca dan musim yang tidak kontras adalah dambaan hampir semua spesies bernama manusia. Memiliki musim kemarau dan musim hujan, dua hal yang seimbang sebagaimana mestinya. Musim hujan yang sejuk dan musim kemarau yang panas adalah sebuah keseimbangan. Manusia yang hidup di negara tropis juga tidak memerlukan usaha ekstra untuk bertahan hidup.

Iklim Dingin

Lalu bagaimana dengan iklim dingin? Iklim ini berada di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Memiliki musim panas dan musim dingin. Jangan terlalu berharap mendapatkan kehangatan di sini. Mendapat sinar matahari yang cukup saja sudah merupakan rahmat. Bagaimana tidak, matahari bersinar di sini tidak sesering di bagian bumi yang lain. Ini karena letak astronominya yang berada di ‘ujung’ bumi. Tidak heran matahari sulit mancapai bagian ini.

Related Post

COMMENTS

Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our
MONTHLY NEWSLETTER